Gramasi Kertas

Yuk Kenali Gramasi dalam Dunia Cetak, dan Mengapa Pilihan Gramasi yang Tepat dapat Meningkatkan Kualitas Cetak?

Posted on 06 Jan 2026

Gramasi sering kali dipandang sebelah mata, padahal sebenarnya ini merupakan salah satu unsur penting yang mempengaruhi kekuatan dari kemasan, kejernihan warna, serta citra murah atau premium sebuah produk cetakan.

Apa Itu Gramasi (Gramatur) Kertas?

Gramasi adalah ukuran berat kertas per meter persegi, dinyatakan dalam satuan gsm (gram per square meter) atau g/m². Dengan kata lain, jika tertera 100 gsm, artinya satu lembar kertas berukuran 1 m² mempunyai berat 100 gram.

Angka gramasi yang lebih tinggi menunjukkan bahwa kertas akan lebih tebal, kaku, dan kokoh.

Gramasi Kertas

Gramasi tidak hanya terkait dengan berat, tetapi juga mencakup ketebalan, kekuatan, daya tahan, serta cara kertas menyerap tinta.

Dalam kegiatan percetakan sehari-hari, pemahaman terhadap gramasi sangat membantu dalam memilih jenis kertas yang sesuai dengan fungsinya, dari kertas fotokopi yang tipis hingga karton tebal untuk kemasan produk.

Rentang Gramasi dan Contoh Penggunaan

Berikut adalah gambaran umum tentang kisaran gramasi kertas serta contoh penggunaannya dalam industri percetakan.

  • 70-80 gsm, umumnya digunakan untuk kertas fotokopi, dokumen sehari-hari, surat, dan makalah, memiliki sifat tipis, ringan, dan biaya yang terjangkau, sehingga ideal untuk kebutuhan dalam jumlah besar.
  • 90-120 gsm, sering digunakan untuk dokumen resmi, brosur tipis, pamflet ringkas, dan kertas presentasi, memberikan kesan lebih profesional karena lebih tebal dan lebih tahan terhadap robekan.
  • 130-170 gsm, dipakai untuk poster, halaman majalah berkualitas, dan materi promosi yang memerlukan tampilan yang lebih solid, memberikan kesan lebih “berisi” saat dipegang dan hasil cetaknya cenderung lebih jelas.
  • 200-250 gsm, memasuki kategori karton tipis yang cukup kuat untuk kemasan ringan, kartu ucapan, katalog, dan brosur premium, ideal jika ingin kemasan yang terasa kuat tetapi masih mudah untuk dilipat.
  • 300-350 gsm, umumnya digunakan untuk kartu nama premium, sampul buku tebal, kemasan kosmetik, dan kotak produk dengan nilai tinggi, sangat tebal, tahan lama, dan memberikan kesan eksklusif, namun semakin kaku dan biaya cetaknya semakin tinggi.
  • 400 gsm ke atas, digunakan terutama untuk kemasan khusus, papan display, atau produk bersih yang memerlukan perlindungan tambahan, sangat kaku, berat, dan jarang dipilih untuk produksi massal karena biaya yang tinggi.

Pada hal ini, pemilihan gramasi yang tepat menjadi sangat penting, khususnya dalam konteks kemasan yang perlu kuat dan juga menarik secara visual.

Mengapa Gramasi Menentukan Kualitas Cetak?

Gramasi yang tepat sangat berpengaruh terhadap kualitas hasil cetakan, baik dari sisi visual maupun fungsi.

  • Kualitas warna dan ketajaman cetak
    • Kertas dengan gramasi lebih tinggi biasanya menyerap tinta lebih merata sehingga warna tampak lebih tajam dan tidak mudah pudar.
    • Pada gramasi terlalu rendah, tinta berisiko tembus ke belakang dan warna terlihat kurang solid, terutama jika desainnya full color atau banyak blok warna.
  • Ketahanan fisik dan daya pakai
    • Gramasi tinggi membuat kertas lebih tahan robek, tidak mudah kusut, dan lebih awet ketika sering disentuh atau dipindah-pindahkan.
    • Untuk kemasan, gramasi yang tepat memastikan kemasan mampu menahan berat produk dan melindungi isi dari benturan.
  • Kesan estetika dan citra merek
    • Gramasi lebih besar sering diasosiasikan dengan kesan premium, profesional, dan eksklusif, misalnya pada undangan pernikahan atau kemasan skincare.
    • Sebaliknya, gramasi terlalu rendah pada produk yang seharusnya premium bisa memberi kesan murah dan tidak serius secara branding.

Karena itu, pemilihan gramasi yang strategis membantu meningkatkan kualitas cetak sekaligus memperkuat image merek di mata konsumen.

Gramasi Ideal untuk Packaging: Jangan Terlalu Tebal atau Terlalu Tipis

Dalam konteks kemasan, pemilihan gramasi perlu lebih hati-hati karena kemasan bukan hanya media informasi, tapi juga pelindung produk.

  • Mengapa gramasi sedang lebih ideal untuk kemasan
    • Untuk banyak kemasan produk, terutama makanan ringan atau kemasan retail, gramasi sedang di kisaran 200-300 gsm sering direkomendasikan karena cukup kuat, tetap bisa dilipat, dan hasil cetaknya bagus.
    • Gramasi ini memberi struktur yang kokoh tanpa membuat kemasan terlalu kaku atau merepotkan saat proses produksi dan perakitan.
  • Risiko gramasi terlalu tebal
    • Kertas dengan gramasi sangat tinggi menjadi sangat kaku dan sulit dibentuk, sehingga saat dilipat atau di-cretase berpotensi “pecah” di bagian lipatan, terutama jika tidak diberi perlakuan khusus.
    • Kemasan juga menjadi lebih berat, yang pada skala besar bisa menambah biaya pengiriman dan material.
  • Risiko gramasi terlalu tipis
    • Gramasi terlalu rendah pada kemasan membuat kertas terasa lembek, mudah penyok, dan kurang mampu menahan beban isi.
    • Untuk produk makanan atau barang yang sering dipegang, kemasan tipis cepat rusak dan menurunkan persepsi kualitas brand di mata konsumen.

Dengan kata lain, memilih gramasi sedang yang tepat bisa dibilang sebagai sweet spot antara kekuatan, fleksibilitas, kualitas cetak, dan efisiensi biaya.

Solusi Saat Gramasi Tinggi Berisiko Pecah: Finishing Laminasi

Saat kebutuhan branding atau proteksi menuntut penggunaan gramasi tinggi, masalah umum yang muncul adalah kertas mudah pecah di area lipatan. Di sinilah peran finishing, terutama laminasi, menjadi penting.

  • Fungsi laminasi pada kemasan
    • Laminasi doff atau glossy menambah lapisan pelindung di permukaan kertas sehingga lebih tahan gesekan, air, dan kotoran.
    • Lapisan ini juga membantu mengurangi risiko pecahnya serat kertas di permukaan saat kertas yang tebal dilipat atau dibentuk menjadi box.
  • Dampak laminasi terhadap tampilan
    • Laminasi glossy memberikan efek mengkilap yang cocok untuk desain cerah dan warna-warna kuat.
    • Laminasi doff memberi kesan lebih elegan, halus, dan sering dipakai untuk kemasan premium seperti kosmetik atau gift box.
  • Hubungan dengan pemilihan gramasi
    • Jika harus memakai gramasi tinggi untuk kemasan yang butuh proteksi maksimal, kombinasi dengan finishing laminasi menjadi strategi untuk menjaga ketahanan lipatan sekaligus meningkatkan tampilan visual.
    • Pada kemasan makanan seperti food pail kertas, penggunaan material kertas yang cukup tebal dan finishing yang tepat juga membantu menjaga kebersihan dan keamanan makanan saat dibawa.

Dengan mempertimbangkan gramasi, fungsi kemasan, serta jenis finishing seperti laminasi, kualitas cetak dan performa kemasan dapat meningkat secara signifikan tanpa mengorbankan kenyamanan produksi maupun pengalaman pengguna akhir.

Dalam seluruh proses tersebut, memahami dan memilih gramasi yang tepat, bukan sekadar tebal atau tipis, merupakan langkah penting untuk menghasilkan produk cetak dan packaging yang kuat, menarik, dan sesuai karakter brand.

Pilih gramasi tepat untuk cetak premium Anda. Konsultasi gratis, hubungi Prima Print dan tingkatkan kualitas packaging bisnis Anda hari ini!

0 Comments

Leave a Reply